https://manukwari.times.co.id/
Berita

Tiga Wisatawan Asal Ponorogo Jadi Korban Laka Laut di Muara Soge Pacitan

Sabtu, 05 April 2025 - 18:06
Tiga Wisatawan Asal Ponorogo Jadi Korban Laka Laut di Muara Soge Pacitan Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho saat menjelaskan kronologi laka laut di muara sungai Soge. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMES MANUKWARI, PACITAN – Tragedi laka laut kembali terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Pacitan. Kali ini, peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Watu Lumbung, muara Sungai Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Sabtu (5/4/2025).

Tiga orang wisatawan asal Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, dilaporkan menjadi korban setelah terseret arus laut saat berwisata.

Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, saat berada di lokasi mengatakan, ketiga korban merupakan wisatawan yang saat itu sedang berada di sekitar muara sungai Soge.

"Ketiga korban saat ini sudah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Kami turut berduka atas musibah ini," ungkap Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho.

menjelaskan-kronologi-laka-laut.jpg

Korban diketahui bernama Agus Widodo (lahir 1992), mengenakan kaus berwarna merah. Dua korban lainnya adalah Amah Fahrudin (lahir 2000) dan Zainal Mutakin (lahir 2003), keduanya mengenakan pakaian berwarna hitam saat kejadian.

"Ketiganya tercatat sebagai warga Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Diduga tidak bisa berenang," terang AKBP Agung. 

Menurut informasi dari pihak keluarga, para korban memang berniat berwisata ke Pacitan bersama rombongan kecil. Namun nahas, setibanya di kawasan muara Sungai Soge yang dikenal memiliki arus cukup deras, ketiganya diduga terseret gelombang saat berada di dekat tepi pantai.

menjelaskan-kronologi-laka-laut-2.jpg

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai niat berwisata berubah menjadi musibah,” tutur AKBP Agung Nugroho.

Salah satu kerabat korban yang juga warga Dusun Mrayan, RT 03 RW 03, Kecamatan Ngrayun, Sudarmanto (35), mengaku kaget saat mendapat kabar duka tersebut. Ia menyebut para korban adalah pemuda yang dikenal baik di lingkungannya.

“Mereka cuma ingin jalan-jalan, refreshing. Kami tidak menyangka akan berakhir seperti ini,” katanya. 

Sementara itu, beberapa anggota keluarga lainnya seperti Beta Angraini, Martini, dan Susilowati yang turut hadir di lokasi evakuasi tampak syok dan terus menangis saat jenazah korban tiba di daratan.

Tim SAR gabungan dari BPBD Pacitan, Basarnas Trenggalek, Polairud, TNI, Polri, serta relawan dan masyarakat setempat bahu-membahu dalam proses pencarian dan evakuasi. 

Upaya pencarian dilakukan sejak laporan pertama diterima dan akhirnya ketiga korban berhasil ditemukan meski dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kondisi muara Sungai Soge ini memang sering menjadi lokasi rawan kecelakaan laut karena pertemuan arus sungai dan laut yang sangat kuat. Kami selalu mengimbau wisatawan agar berhati-hati dan tidak mendekati area tersebut,” terang Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko. 

Di lokasi tersebut sejatinya sudah terpampang jelas larangan keras untuk tidak berenang karena cukup berbahaya. 

Jenazah ketiga korban kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk proses identifikasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Ngrayun.

Wisatawan diimbau untuk lebih waspada saat berkunjung ke kawasan pantai di Pacitan, terlebih di musim peralihan dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Laka laut di Kabupaten Pacitan ini sendiri merupakan kali pertama terjadi selama Lebaran 2025. (*)

Pewarta : Yusuf Arifai
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Manukwari just now

Welcome to TIMES Manukwari

TIMES Manukwari is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.