TIMES MANUKWARI, JAKARTA – Chelsea kembali melakukan pergantian pelatih di era kepemilikan konsorsium dari Amerika Serikat. Klub London itu resmi berpisah dengan pelatih Enzo Maresca pada Kamis (1/1/2026) waktu setempat, menyusul memburuknya hubungan sang pelatih dengan jajaran petinggi klub Premier League tersebut.
Hingga kini, Chelsea belum mengumumkan sosok pengganti Maresca. Namun, laporan BBC dan The Athletic menyebut Liam Rosenior sebagai kandidat terdepan. Rosenior saat ini menangani Strasbourg, klub Ligue 1 Prancis yang berada dalam grup kepemilikan yang sama dengan Chelsea.
Maresca sejatinya baru memasuki musim keduanya bersama The Blues. Pada musim debutnya, pelatih asal Italia itu sukses mempersembahkan dua gelar, yakni Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Namun, performa Chelsea belakangan merosot tajam.
Dalam tujuh laga terakhir Premier League, Chelsea hanya meraih satu kemenangan. Rentetan hasil buruk itu membuat mereka terlempar ke posisi kelima klasemen. Situasi kian memanas ketika Maresca secara terbuka mengeluhkan minimnya dukungan klub dalam konferensi pers usai pertandingan pada 13 Desember lalu. Saat itu, ia menyebut 48 jam yang dijalaninya sebagai periode terburuk selama menangani Chelsea.
“Dengan target penting yang masih diperjuangkan di empat kompetisi, termasuk tiket Liga Champions, Enzo dan klub sepakat bahwa perubahan ini memberi peluang terbaik untuk mengembalikan musim ke jalur yang tepat,” demikian pernyataan resmi Chelsea.
Saat ini, Chelsea masih berpeluang meraih prestasi di sejumlah ajang. Mereka melaju ke semifinal Piala Liga Inggris dan akan menghadapi Arsenal dalam dua leg. Di Piala FA, Chelsea dijadwalkan bertandang ke markas Charlton Athletic pada 10 Januari. Sementara di Liga Champions, Chelsea berada di peringkat ke-13 dari 36 tim, terpaut dua poin dari zona delapan besar dengan dua pertandingan tersisa.
Era Kepemilikan yang Berisik
Maresca menjadi pelatih kelima yang dicari Chelsea sejak klub diambil alih konsorsium Amerika Serikat yang dipimpin Todd Boehly pada Mei 2022. Dalam kurun tiga setengah tahun terakhir, Chelsea menggelontorkan ratusan juta poundsterling untuk membangun ulang skuad.
Hasilnya, Chelsea kini memiliki salah satu tim termuda dan paling bertalenta di Premier League, dengan nama-nama seperti Cole Palmer, Enzo Fernandez, dan Estevao. Namun, pergantian pemain yang masif membuat para pelatih kesulitan membentuk tim yang solid.
Di tengah situasi tersebut, Maresca dinilai sebagai sosok yang paling mampu mengelola kekacauan internal. Ia bahkan dianggap lebih adaptif dibandingkan pelatih-pelatih sebelumnya, termasuk Thomas Tuchel dan Mauricio Pochettino.
Meski demikian, Maresca dikabarkan merasa kurang dihargai. BBC melaporkan bahwa ia baru-baru ini mengganti agen. Namanya juga sempat dikaitkan dengan Manchester City, klub tempat ia pernah bekerja di bawah Pep Guardiola, meski Maresca menepis rumor tersebut.
Performa Menurun
Penurunan performa Chelsea mulai terasa sejak kemenangan 3-0 atas Barcelona di Liga Champions pada November. Setelah itu, satu-satunya kemenangan liga mereka hanya diraih saat mengalahkan Everton 2-0.
Chelsea juga mencatat hasil imbang melawan Arsenal, Newcastle, serta dua kali menghadapi Bournemouth, dan menelan kekalahan dari Leeds United serta Aston Villa. Ujian berat menanti pada laga berikutnya saat Chelsea bertandang ke markas Manchester City yang kini menempati posisi kedua klasemen.
Chelsea menegaskan bahwa kontribusi Maresca tidak akan dilupakan. “Capaian bersama Enzo akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah terbaru klub. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasinya,” tulis Chelsea dalam pernyataan penutup. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Chelsea Pecat Enzo Maresca, Kursi Pelatih Kembali Berputar
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |